Rabu, 17 Desember 2008

Profil PT.Gramedia Asri Media

Latar Belakang

Tak bisa dipungkiri bahwa distribusi merupakan mata rantai yang lemah dalam dunia bisnis di Indonesia. Penerbit dan percetakan saja tidaklah cukup untuk dapat mendistribusikan produk secara merata ke seluruh pelosok tanah air. Itulah sebabnya Kelompok Kompas - Gramedia (KKG) mendirikan jaringan toko buku, dengan maksud memperkuat penyebaran produk, tanpa berkeinginan untuk lepas dari jaringan distribusi yang ada.

Toko Buku Gramedia didirikan 02 Februari 1970 oleh P.K. Ojong, yang juga merupakan pendiri KKG, dengan misi turut serta menyebarkan produk pendidikan dan informasi, demi tercapainya cita-cita bersama mencerdaskan kehidupan bangsa, menuju masyarakat baru Indonesia yang berkehidupan Pancasila.

Dari sebuah toko buku kecil berukuran 25 m2, yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Toko Buku Gramedia sampai tahun 2002 telah tumbuh dan berkembang menjadi 50 toko, yang tersebar dibeberapa kota utama di Indonesia.

Mengantisipasi perkembangan ilmu dan teknologi, Toko Buku Gramedia membentuk 'Gramedia Online'.

Ragam Produk dan Dukungan Pemasok

Semula - pada saat berdiri - Toko Buku Gramedia hanya menawarkan buku. Namun saat ini ragam produknya sudah semakin berkembang, antara lain : stationery, fancy, peralatan kantor, peralatan olahraga, dan produk berteknologi tinggi seperti CD-ROM, audio-video book, dan berbagai produk lain.

Pemasaran produk tersebut, didukung ratusan penerbit dan pemasok dalam dan luar negeri, termasuk didalamnya beberapa penerbit intern KKG, seperti : Gramedia Pustaka Utama, Elex Media Komputindo, Gramedia Widya Sarana, Bhuana Ilmu Populer, dan Penerbit Gramedia Majalah.

Alamat Toko Buku www.gramediaonline.com

TOKO BUKU GRAMEDIA
Mal Taman Anggrek Ground Level G.05 16-19
Jl. Letjend. S. Parman Kav. 21
Slipi, Jakarta 11470
Telp. (021) 5699- 9488/9489/9490
Faks. (021) 5699-9577

Sumber : www.gramedia.com


Sebenarnya gramedia memiliki cabang, antara lain :

Gramedia Pustaka

Gramedia WidiaSarana Indonesia

SEKILAS TENTANG PERUSAHAAN

GRAMEDIA WIDIASARANA INDONESIA

PT Gramedia Widiasarana Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Grasindo adalah salah satu anak usaha dari Kelompok Kompas Gramedia. Grasindo didirikan pada tahun 1990 seiring dengan diluncurkannya Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-undang tersebut membuka cakrawala baru di bidang pengembangan jasa peningkatan mutu pendidikan. Banyak pengusaha yang kemudian beralih ke industri penerbitan.

Awalnya, Grasindo bergerak pada bidang penerbitan buku-buku teks atau pelajaran untuk taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama, sekolah menengah umum, dan perguruan tinggi.

Tahun 1990, sebuah majalah pendidikan yang bernama ARIF terbit perdana. ARIF diterbitkan untuk mengisi kebutuhan anak-anak terutama di usia sekolah dasar, dalam mempersiapkan diri ke tingkat pendidikan selanjutnya.

Seiring dengan kebutuhan dari berbagai kalangan, maka Grasindo juga mengembangkan usahanya ke buku-buku di luar buku teks atau buku pelajaran. Diawali dengan diterbitkannya buku cerita-cerita rakyat, lagu anak-anak karya komposisi Indonesia yang diakui handal seperti bapak AT Mahmud dan ibu Kasur, permainan anak-anak yang menunjang kepiawaian anak dalam bidang matematik yaitu Polydron, dan buku-buku "Bagaimana" atau "How To" untuk orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

PT Grasindo mengadakan jalinan kerja sama dengan beberapa penerbit negara asing seperti Inggris, Belanda, Jerman, Australia, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Amerika. Kami mendistribusikan ke banyak sekolah di Indonesia dan menciptakan "workshop" bagi para guru terutama guru-guru di daerah. Pada awal Oktober 2000, UNTAET (United Nations Transition Administration in East Timor) membeli beberapa judul buku dari Grasindo untuk anak-anak di Timor Timur.

Sumber : www.grasindo.co.id


Kamis, 20 November 2008

-Tips Spesial Mengikat Makna

Bagaimana menghasilkan tulisan yang bertenaga?
Jika kita ingin tulisan yang bermakna sesuai dengan kemampuan menulis yang kita miliki hendaklah memperhatikan tips berikut ini:
Pertama, Kita perlu benar-benar berusaha menguasai materi yang ingin kita tuliskan. Apa tanda-tanda yang menunjukan kita telah menguasai materi ?
Materi yang ingin kita tuliskan itu sangat berkaitan dengan diri kita atau materi itu telah menjadi bagian dari pengalaman kita.
Kita memang sangat terkesan pada materi itu atau materi sangat terkait secara emosional dengan diri kita.
Materi itu sudah kita coba keluarkan (baik secara lisan maupun tertulis) dari dalm diri kita berkali-kali.
Kedua, Secara tak kenal henti, kita perkaya materi yang hendak kita tuliskan itu dengan sumber-sumber informasi yang berasal dari mana pun. Misalnya, kita membaca buku, maka buku yang kita baca adalah buku-buku yang tidak langsung terkait dengan materi itu. Kita juga berusaha mendengarkan aktif suara-suara yang dating dari media penyebar informasi non buku yang berkaitan dengan materi itu.
Ketiga, Setidaknya “mesin” menulis atau “otot-otot” yang menggerakan tangan kita untuk menulis sudah kita coba berkali-kali. Untuk keperlukan itulah dianjurkan kepada siapa saja yang benar-benar tertarik dan sangat berminat untuk menuliskan sesuatu secara bertenaga agar menyediakan lembaran catatan harian.
Sumber : Hernowo dalam buku "Andaikan buku itu sepotong Pizza"