Bagaimana menghasilkan tulisan yang bertenaga?
Jika kita ingin tulisan yang bermakna sesuai dengan kemampuan menulis yang kita miliki hendaklah memperhatikan tips berikut ini:
Pertama, Kita perlu benar-benar berusaha menguasai materi yang ingin kita tuliskan. Apa tanda-tanda yang menunjukan kita telah menguasai materi ?
Materi yang ingin kita tuliskan itu sangat berkaitan dengan diri kita atau materi itu telah menjadi bagian dari pengalaman kita.
Kita memang sangat terkesan pada materi itu atau materi sangat terkait secara emosional dengan diri kita.
Materi itu sudah kita coba keluarkan (baik secara lisan maupun tertulis) dari dalm diri kita berkali-kali.
Kedua, Secara tak kenal henti, kita perkaya materi yang hendak kita tuliskan itu dengan sumber-sumber informasi yang berasal dari mana pun. Misalnya, kita membaca buku, maka buku yang kita baca adalah buku-buku yang tidak langsung terkait dengan materi itu. Kita juga berusaha mendengarkan aktif suara-suara yang dating dari media penyebar informasi non buku yang berkaitan dengan materi itu.
Ketiga, Setidaknya “mesin” menulis atau “otot-otot” yang menggerakan tangan kita untuk menulis sudah kita coba berkali-kali. Untuk keperlukan itulah dianjurkan kepada siapa saja yang benar-benar tertarik dan sangat berminat untuk menuliskan sesuatu secara bertenaga agar menyediakan lembaran catatan harian.
Materi yang ingin kita tuliskan itu sangat berkaitan dengan diri kita atau materi itu telah menjadi bagian dari pengalaman kita.
Kita memang sangat terkesan pada materi itu atau materi sangat terkait secara emosional dengan diri kita.
Materi itu sudah kita coba keluarkan (baik secara lisan maupun tertulis) dari dalm diri kita berkali-kali.
Kedua, Secara tak kenal henti, kita perkaya materi yang hendak kita tuliskan itu dengan sumber-sumber informasi yang berasal dari mana pun. Misalnya, kita membaca buku, maka buku yang kita baca adalah buku-buku yang tidak langsung terkait dengan materi itu. Kita juga berusaha mendengarkan aktif suara-suara yang dating dari media penyebar informasi non buku yang berkaitan dengan materi itu.
Ketiga, Setidaknya “mesin” menulis atau “otot-otot” yang menggerakan tangan kita untuk menulis sudah kita coba berkali-kali. Untuk keperlukan itulah dianjurkan kepada siapa saja yang benar-benar tertarik dan sangat berminat untuk menuliskan sesuatu secara bertenaga agar menyediakan lembaran catatan harian.
Sumber : Hernowo dalam buku "Andaikan buku itu sepotong Pizza"