Selasa, 03 Februari 2009

Resensi Buku "Bikin film indie itu Mudah"

Judul : Bikin Film Indie itu Mudah
Penulis : M. Bayu Widagdo
Penerbit : C.V Andi
Cetakan : 1, November 2007
Jumlah hal : 176 halaman
Jenis Cover : Soft cover
Dimensi (Lx P) : 140x210 mm
Kategori : Multimedia
Text Bahasa : Indonesia
Dunia perfilman di Indonesia ini, bisa juga dikatakan sebagai dunia glamour, dunia yang biaya produksinya tidak sedikit, bahkan berkisar pada angka 6 digit ke atas. Itu pun belum dengan biaya praproduksi, biaya pasca produksi, biaya pemasaran dan promosi dll. Kebanyakan orang memandang dunia perfilman itu sebagai hobi yang sangat berharga mahal.

Mengapa disebut hobi yang sangat mahal, tetapi orang-orang banyak yang membuat film. Ya, itu semua karena tuntutan kebutuhan public yang ingin menonton dan terus menontonnya. Apalagi sekarang munculnya berbagai film kreatif berdurasi pendek atau public lebih familiar dengan sebutan film indie. Di beberapa kota besar, tidak hanya penggemar film atau mahasiswa saja yang mencoba mendobrak tradisi pemutaran film di bioskop dengan dilm indie. Pelajar sekolah pun ikut-ikutan dalam dunia sinematografi, bahkan mengadakan workshop, pemutaran film, membentuk komunitas-komunitas penggemar film, dan yang saya ketahui, banyak event-event yang menyelenggarakan lomba film indie seperti Rolling action di STV dan salah satunya Rolling Action yang pernah diadakan di kampus Stikom Bandung yang dulu di jl. Lodaya no.20.

Film indie sering diasumsikan sebagai pelarian orang-orang yang menggemari dunia perfilman. Jika yang tidak mempunyai banyak waktu dan pembelajaran yang banyak dari sekolah, ataupun UKM di kampus, bisa langsung membaca buku ini. Sang penulis, M. bayu Widagdo mencoba berbagi cerita, berbagi pengalaman dan wawasan kepada pembaca. Buku ini sangat berguna sekali bagi pembaca, entah itu mahasiswa/I pelajar bahkan siapapun itu yang ingin menekuni dunia perfilman, khususnya film indie. Buku “Bikin Film Indie itu Mudah” sangat gampang dipahami, langsung pada topic pembahasan dan tidak bertele-tele, komplit, plit, plit. apalagi dilengkapi dengan contoh proses produksi, formulir produksi, bagaimana menyusun Script Breakdown Sheet dan Script Breakdown, Run Down- Shooting Schedule, Breakdown Budget, Production Budget, dan dilampirkan pula istilah-istilah teknis dalam pembuatan film. Sehingga kita (pembaca) dapat langsung mempraktekannya, dan menurut saya itu kelebihan yang ada pada buku ini, selain judulnya menarik serta cover bukunya yang terlihat Film Banget dech, apalagi ilustrasi gambarnya yang memperlihatkan seolah-olah gambar tersebut hidup, (Mphhh lebay. red).

Didalam kelebihan pasti ada kekurangannya, jika saya perhatikan, buku ini lain dari pada yang lain, biasanya sang penulis narsiz (he..he..pis) mencantumkan profil mengenai dirinya, tapi yang saya lihat dalam buku ini, tidak ada sama sekali. Makanya saya merasa kesulitan mencari identitas M. Bayu Widagdo sebagai sang penulis.

Resensi Buku "Marketing Communication Orchestra"

Judul : Marketing Communication Orchestra
Penulis : Hifni Alifahmi
Penerbit : Sygma
Cetakan : Pertama
Jumlah hal : 288 (termasuk indeks/pengantar)
Jenis Cover : Soft cover
Dimensi (Lx P) : 20,8 x 14,5 cm
Kategori : Ekonomi, Bisnis dan Manajemen Pemasaran
Text Bahasa : Indonesia





Garis batas antara dunia pemasaran dan komunikasi kini semakin menipis. Definisi pemasaran terkini yang terfokus pada hubungan pelanggan mirip sekali dengan esensi PR yang berupaya memelihara hubungan baik dengan para pemangku kepentingan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, muncul istilah jalan tengah antara pemasaran dan PR: relationship marketing yang berupaya menawarkan manfaat timbal balik.

Esensi komunikasi pemasaran menggabungkan tiga disiplin ilmu dan profesi: strategi, pemasaran, dan komunikasi. Titik sentralnya komunikasi pemasaran stategik, perpaduan antara konsep manajemen strategic sebagai payung dengan pemasaran dan komunikasi yang membentuk Segitiga Emas Komunikasi Pemasaran sebagai model dalam buku milik Hifni Alifahmi ini.

Dua kata kunci dalam buku ini, yaitu orkestra dan harmonisasi menjadi esensinya. Marketing Communications Orchestra: Harmonisasi Iklan, Promosi, dan Marketing Public Relations. Pemakaian istilah Orchestra sudah lama menjadi pertimbangan. Alasan penambahan Marketing Public Relations – selain iklan dan promosi menjadi sub judul – karena buku ini berupaya menyajikan harmonisasi antara ketiganya dengan menampilkan contoh praktis atau kisah sukses yang dikaitkan dengan konsep seputar IMC dan MPR. IMC meracik beragam teknik komunikasi pemasaran sehingga dapat menghasilkan sinergi, Kolaborasi yang diciptakan IMC mewujudkan konsekwensi. Spirit orkestra sangat cocok diadopsi para profesional komunikasi pemasaran, karena kita (pembaca) bisa belajar dari tujuh dimensi orkestra, yakni: astu dirijen atau komando, harmonisasi dengan mengupayakan keselarasan, tematik untuk menghasilkan kesan dan pesan tunggal, berirama, spesifik membidik segmen tertentu, keterpaduan sikap rendah hati dan tidak menonjolkan diri serta apresiasi kepada penonton atau konsumen. Spirit harmonisasi inilah yang mestinya mendorong insan periklanan, pemasaran, dan komunikasi atau PR untuk berkolaborasi, bersikap rendah hati, dan belajar dari konfigurasi pentas orkestra. Buku ini disajikan untuk komunikator dan penting juga untuk mahasiswa komunikasi, seperti saya.

Kelebihan yang ada pada buku Marketing Communication Orchestra ini, ada pada cover yang menggugah, ya walaupun dalam cover gambar tersebut terlihat sosok laki-laki yang sedang memainkan orchestra, tetapi bagian mukanya hanya bibir yang terlihat. Aneh tapi menurut saya itu menarik. Jika dalam pembahasannya, sebenarnya buku ini bagus, tetapi karena saya bukan mahasiswi Public Relation, membaca ½ nya saja sudah menjenuhkan, dan jika berbicara soal kekurangan ya itu tadi, karena saya tidak membaca full (semuanya) jadi saya kurang memahami isi buku ini.


resensi buku ciptaan Syamsul Wahidin dkk

Judul buku : Filter Komunikasi Media Elektronika
Penulis : Samsul Wahidin, Drs. H. Noor Ifansyah, Drs. Akhmad Husein, Drs. Said Hasan Fachir, B.B.A
Banyak halaman : 144 halaman
Penerbit : Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kalimantan Selatan,Lembaga Negara Independen dan Pustaka Pelajar

Buku ini berisikan tentang filter komunikasi media elektronika yang berkembang di provinsi Kalimantan selatan. Filter itu sendiri dimaksudkan tidak saja muncul secara internal, dalam arti dari diri seseorang yang mau tidak mau, suka tidak suka harus melakukan komunikasi melalui media sebagai merefleksikan citra, dan filter itu diciptakan berdasarkan kesepakatan bersama. Di dalam buku ini muncul perdebatan yang arahnya menyempurnakan filter yang dimaksud atau sekurangnya menjadi motivasi untuk berkreasi bahwa filter itu sangat penting. Lembaga yang memfilteri media komunikasi adalah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan untuk daerah adalah Komunikasi Penyiaran Indonesia daerah (KPID). Tidak hanya itu saja yang ada di dalam buku ini, tetapi ada juga tentang :

  1. PERSPEKTIF KE DEPAN KOMISI PENYIARAN INDONESIA yang di dalamnya bertemakan :
    • Komisi penyiaran Indonesia kini dan esok (oleh : Samsul Wahidin) yang isinya tentang merealisasikan kelembagaan KPI yang independent dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kewenangan tentang hakikat lembaga KPI, kinerja KPI, kewenangan KPI. Salah satu kinerja dari KPI adalah melakukan Kontrol terhadap materi siaran di televisi (kasus tayangan bersamalah).
    • Kinerja komisi penyiaran Indonesia dalam perspektif undang- undang penyiaran(Drs. Akhmad Husein) yang isinya tentang konseptualisasi kinerja dan undang- undang penyiaran yang disusun berdasarkan pokok- pokok pikiran, izin dan perpanjangan izin penyelenggaraan penyiaran yang diberikan oleh Negara, pasal 7 Undang- Undang nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran, akuntabilitas dan kinerja KPI Daerah Kalimantan Selatan melaksanakan kewajiban konstitusional, tanggung jawab sosial dan kondisi di lapangan.
    • Tayangan televisi publik lokal sepintas kilas (catatan untuk TVRI Kalimantan selatan) oleh Drs. H. Noor Ifansyah yang isinya tentang sajian TVRI stasiun Kalimantan Selatan.
    • Kinerja komisi penyiaran daerah dalam memantau tayangan televisi di daerah (Drs. Said Hasan Fachir, B.B.A.) yang isinya tentang siaran TVRI daerah Kalimantan Selatan sebagai Televisi Publik.

  1. WAJAH KOMISI PENYIARAN INDONESIA DAERAH KALIMANTAN SELATAN yang didalamnya bertemakan :
    • Profil dan kinerja komisi penyiaran Indonesia daerah Kalimantan selatan yang isinya tentang rencananya strategis tahun 2004-2007, realisasi program kerja tahun 2004-2005 dan kegiatan lanjutan yang akan dilaksanakan oleh komisi penyiaran Indonesia daerah Kalimantan selatan tahun 2006.

3. PEDOMAN PERILAKU PENYIARAN DAN STANDAR PROGRAM SIARAN yang isinya salinan keputusan komisi penyiaran Indonesia nomor 009/SK/KPI/8/2004 tentang pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran komisi penyiaran Indonesia dan ada penetapan keputusan komisi penyiaran Indonesia tentang pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran yang didalamnya ada BAB I yaitu ketentuan umum, BAB II yaitu Dasar, tujuan, arah, dan asas pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran, BAB III yaitu program factual, BAB IV yaitu kesopanan, kepantasan, dan kesusilaan, BAB V yaitu siaran pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah, BAB VI yaitu sensor dan penggolongan program televise, BAB VII yaitu penegakan dan pengaduan, BAB VIII yaitu sanksi dan penanggung jawab, BAB IX yaitu ketentuan penutup.

  1. PROFIL PERSONAL KOMISI PENYIARAN INDONESIA DAERAH KALIMANTAN SELATAN yaitu Samsul Wahidin, Drs. H. Noor Ifansyah, Drs. Akhmad Husein, Drs. Said Hasan Fachir, B.B.A.

  1. KRONIKA GAMBAR BICARA maksudnya gambar pembahasan materi SK, gambar rapat intern Anggota KPID Kalimantan Selatan, gambar rapat bersama instansi dan gambar rapat bersama Stake Holder Lembaga Penyiaran Kalimantan Selatan.

Kesimpulannya dari buku yang saya baca ini adalah buku ini sangat penting di baca khususnya oleh mahasiswa ilmu komunikasi karena dibuku ini banyak sekali informasi tentang komunikasi dari medianya maupun yang lain.dari buku ini kita bisa mendapatkan atau mengetahui pasal –pasal berapa sajakah yang termasuk dalam Komisi Penyiaran Indonesia dan kita juga akan mengetahui program siaran yang boleh atau tidak boleh disiarkan , dan apa sanksinya untuk program yang melanggar ketentuan- ketentuan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Buku ini juga bagus untuk referensi pembuatan sebuah program acara.

resensi buku fiksi...


Paradigma Revolusi Membaca dan Menulis

Judul Buku : Maryamah Karpov Mimpi-mimpi Lintang
Penulis : Andrea Hirata
Cetakan : Pertama Nopember 2008
Penerbit : Bentang Pustaka, Yogyakarta
Tebal : 504 halaman
Harga : Rp. 79.000,-

Oleh Sri Ramdani

Tetralogi karya Andrea Hirata menghasilkan empat buku yang digemari pembaca, tiga novel fiksi sebelumnya diantaranya Laskar pelangi, Sang pemimpi dan Edensor telah sukses menghasilkan karya-karya best seler. Saat ini Andrea Hirata kembali menyuguhkan karya dan buku ke-empatnya sekaligus penutup tetralogi laskar pelangi yakni Maryamah Karpov mimpi-mimpi Lintang.

Dalam novel ini diceritakan keberanian dan keteguhan hati telah membawa ikal pada banyak tempat dan peristiwa. Sudut-sudut telah dia kunjungi demi menemukan A Ling. Apa pun ikal lakukan demi perempuan itu. Keberaniannya ditantang ketika tanda-tanda keberadaan A Ling tampak. Dia tetap mencari, meski tanda-tanda itu masih samar. Dapatkah keduanya bertemu kembali? Novel ini menceritakan semua hal tentang Laskar Pelangi, A Ling, Arai, Lintang, dan beberapa tokoh dalam cerita sebelumnya. Tetap dengan sihir kata-katanya, Anda akan dibawa Andrea pada kisah yang menakjubkan sekaligus mengharukan.

Dengan kreatif, Andrea hadir kembali dalam bukunya yang keempat yang berupaya melengkapi buku pertama hingga ketiganya, sebagai buku penutup Andrea menyampaikan pesan dalam isi novelnya yang memiliki ending yang memukai, maka novel ini selangkah lebih maju kedepannya dan mematangkan isi novel sebelumya. Maryamah Karvop Mimpi-mimpi Lintang dapat dimaknai sebagai novel yang cerdas kata, kecerdasan linguistik atau kecerdasan berbahasa. Kecerdasan ini tak lain kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif baik secara lisan (misalnya pendongeng, orator atau politisi) maupun tertulis (misalnya sastrawan, penulis drama, editor, wartawan).

Lebih dari itu, novel ini dapat digunakan lebih lanjut sebagai medium untuk mengembangkan diri, diantaranya untuk mengenali diri, merevolusi diri dan mendapatkan "mata baru" usai mempelajari sesuatu dari pengalaman hidup Andrea Hirata yang dituangkan secara cerdas dalam novel ini. Dengan kata lain, Andrea ingin menyampaikan pesan tersirat dengan membaca novel ini, bahwa mimpi-mimpi dapat diraih dengan kerja keras dan banting tulang juga keyakinan kepada Tuhan. Seperti salah satu ungkapan Andrea dalam novel ini berikut ini:

“Jika dulu aku tak menegakkan sumpah untuk sekolah setinggi-tingginya demi martabat ayahku, aku dapat melihat diriku dengan terang sore ini; sedang berdiri dengan tubuh hitam kumal, yang kelihatan hanya mataku, memegang sekop menghadapi gunungan timah, mengumpulkan napas, menghela tenaga, mencedokinya dari pukul delapan pagi sampai magrib, menggantikan tugas ayahku, yang dulu menggantikan tugas ayahnya. Aku menolak semua itu! Aku menolak perlakuan buruk nasib kepada ayahku dan kaumku. Kini Tuhan telah memeluk mimpiku. Atas nama harkat kaumku, martabat ayahku, kurasakan dalam aliran darahku saat nasib membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak kepada para pemberani”

Apabila dihubungkan dengan perjuangan hidupnya, cerita di novel ini memang bukan hanya sekedar imajinasi semata. Tetapi hasil perjuangan seorang anak manusia yang mengejar cita-cita dan cintanya kepada seorang perempuan yang telah ia kagumi seumur hidupnya.

Andrea Hirata lahir di Belitong melalui beasiswa, Andrea menempuh pendidikan master di Inggris dan Prancis pada bidang Economics Sciencs. Dengan Tetraloginya ini, Andrea menyajikan sebuah genre yang disebut sebagai cultural literary non fiction, yaitu sebuah karya nonfiksi yang digarap secara sastra berdasarkan pendekatan budaya.

Penulisan dengan pendekatan ini jarang terjadi dalam khazanah sastra Indonesia dan tidak pernah dibayangkan akan berhasil dalam industri perbukuan. Namun, tetralogi laskar pelangi terutama novel Maryamah Karvop ini ternyata berhasil merobohkan mitos di dalam ranah sastra maupun industri buku karena terbukti meraih prestasi sebagai buku yang fenomenal. Bahkan, film laskar pelangi yang disebut sebagai cultural movie, berhasil mencapai box office.

Melalui tetralogi Laskar Pelangi, kita bisa melihat bahwa karya-karya ini tidak hanya berhasil dalam memadukan aspek sains sosiologi orang Melayu, dan edukasi, tetapi para pembaca juga bisa menemukan seorang penulis unik yang berevolusi dari Laskar pelangi hingga Maryamah Karpov. Kita juga bisa merasakan betapa setiap kalimat yang diciptakan memiliki kekuatanya sendiri. Oleh karena itu, tetralogi Laskar Pelangi merupakan koleksi yang amat berharga untuk dimiliki dan merupakan legacy Andrea Hirata yang amat penting tidak hanya bagi sastra, dunia pendidikan, tetapi juga budaya Indonesia. Oleh karena itu, tetralogi Laskar Pelangi merupakan koleksi yang amat berharga untuk dimiliki.

Rabu, 28 Januari 2009

Info heboh 2009

duh futu qta b3 lum ad nech,,,,,

ntr qt narsis duLu.....

dkampus tercinta...

didepan PERPUSTAKAN...

ya...biar dsngka ank pIntEr dech,,,

kwakakakaakkaak....

tpi emang qta pinter- pinter ko,,,,

yang pertama pinter......bikin contekan

yang kedua pinter....ngerayu dosen

yang ketiga pinter....menarik perhatian anak kampus....

yang keempat...pinter ngeLesSsss

yang kelima pinter....horoyyyyy alias hureyyyy

yang keenam.......................................................

terserah yg bca ajj dech....

waeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee......
Update terusssssss uy Posting nye..........................................